Medellin Kini Terbebas dari Belenggu Narkoba

medellin narkoba

Medellin baca meðeˈʝin yaitu kota ke-2 paling besar di Kolombia. Kota ini dahulu populer sebagai pusat kartel narkoba dunia, dengan tokohnya Pablo Escobar yang legendaris. Mulai sejak 1980an sampai awal 2000an, Medellin menempati kota paling beresiko didunia. Satu tahun lebih waktu lalu juga, tepatnya 2011, kota ini masihlah mencatat tingkat pembunuhan yang tinggi, yakni 70 orang wafat per 100. 000 masyarakat.

Tetapi angka ini telah turun mencolok dari 168 orang pada awal th. 2000an, serta sekitaran 400 orang pada th. 1990an, saat Escobar masihlah “jaya”. Pada bebrapa th. kegelapan itu, masyarakat kota tak berani keluar tempat tinggal sesudah jam 6 petang, lantaran cemas dirampok, diculik atau dibunuh. Keluar kota untuk pergi ke kota-kota lain tak terbayangkan lantaran cemas akan tidak pulang dengan selamat. Tetapi mulai sejak pertengahan 2000an, Medellin beralih dengan cara bertahap.

Saat ini Medellin tak akan terdaftar dalam daftar 50 kota paling beresiko didunia, sesaat banyak kota-kota di Amerika Latin masihlah termasuk juga dalam daftar itu. Pada th. 2012, Citibank, majalah Wall Street Journal (WSJ) serta satu instansi nirlaba The Urban Land Institute (ULI) menganugerahi Medellin dengan julukan Kota Inovatif Th. Ini. Pada awalnya ULI menyatukan data 200 kota didunia, meliputi segi kebudayaan, kenyamanan hidup, pendidikan, infrastruktur, dsb. Kota-kota ini lalu di tawarkan pada pembaca majalah WSJ untuk memberi penilaian dalam soal pergantian yang sudah berlangsung.

Akhirnya keluar 25 kota, yang lalu disuruhkan lagi pada pembaca majalah WSJ untuk memilihnya juga dengan cara daring. Akhirnya Medellin tempati urutan paling atas, menaklukkan Tel Aviv serta New York. Bukan sekedar itu, Medellin pada th. 2016 juga terima Anugerah Kota Dunia Lee Kuan Yew dari Pemerintah Singapura, menaklukkan 38 kota-kota besar lain.

Pertimbangan pilih Medellin yaitu kurun waktu duapuluh th. Medellin dapat menangani permasalahan perubahan kota yg tidak teratasi serta dapat merubah kota dengan tingkat kekerasan tinggi jadi kota yang bisa jadikan jenis untuk inovasi perkotaan. Transformasi Pergantian Medellin berlangsung searah dengan terbunuhnya Pablo Escobar (1993), serta berkurangnya kesibukan perdagangan narkoba karena usaha tidak kenal capek dari pemerintah Kolombia hingga terwujud perjanjian damai dengan grup pemberontak FARC.

Dengan masalah kartel narkoba yang mulai menyusut, pemerintah kota Medellin setahap untuk setahap mengatur kembali kota dengan cara fisik, sosial serta ekonomi. Pergantian fisik kota Medellin terlihat paling kasat mata karenanya ada gondola yang menghubungkan bebrapa lokasi pemukiman padat masyarakat diatas bukit dengan pusat kota, serta dari sana tersambung ke pusat-pusat perkantoran, perdagangan serta industri dengan system angkutan kereta api kota (Medellín Metro) serta bis kota berlajur spesial.

Di permukiman yang curam di bangun eskalator-eskalator untuk memudahkan gerakan orang. Masyarakat kota dari beragam pelosok saat ini bisa menuju pusat kota dengan lebih gampang, nyaman, cepat, aman serta bebas polusi. Tak salah bila pada th. 2012, Institute for Transportation and Development Policy menganugerahi Pemerintah Kota Medellin Piagam Transportasi Berkepanjangan. Pembangunan system transportasi massal terpadu itu mendorong kesibukan ekonomi jadi lebih cepat serta aktivitas sosial makin hidup.

Saat ini kota berpenduduk 2, 5 juta orang itu jadi lokasi investasi paling menarik di Kolombia, yang mengambil hati beberapa pelaku bisnis dunia untuk lakukan pertemuan, pameran, seminar serta beragam aktivitas lain. Museum-museum seringkali dikunjungi orang dari pada terlebih dulu, pusat-pusat budaya tumbuh, perpustakaan lebih ramai didatangi pengunjung. Dengan beragam kesibukan kebudayaan ini kekerasan alami penurunan mencolok, rasa persaudaraan sesama warga kota menguat.

Yang juga menarik yaitu kalau pembangunan prasarana serta fasilitas umum di Medellin didukung cukup bermakna dari dunia usaha, umpamanya perusahaan-perusahaan konstruksi mendesain bangunan umum tanpa ada cost, serta sebagian perusahaan besar berpatungan membiayai museum pengetahuan serta tehnologi. Orang-orang umum juga turut memberi sumbangan (di kenal sebagai participatory budgeting) untuk bangun fasilitas permukiman yang dikira prioritas oleh warga setempat.

Rasa mempunyai yang tinggi bikin warga memakai fasilitas yang di bangun dengan lebih bijak, dengan turut pelihara keberlangsungannya. Kepemimpinan Transformasi Medellin berlangsung karena kepemimpinan beberapa walikotanya, terutama Federico Guitierez Zuluaga. Bila Zuluaga menempatkan gagasan periode panjang pengembangan kota serta bangun infrastruktur basic, beberapa penggantinya tingkatkan service pada warga kota dalam beragam bagian.

Pemerintah Kota Medellin diantaranya membuat pusat inovasi Ruta N, yang membidani perusahaan modal venture untuk menolong permodalan perusahaan baru. Dana untuk Ruta N didapat tiap-tiap th. dari perusahaan listrik punya Pemerintah Kota Medellin. Beragam usaha dikerjakan pemerintah kota untuk mendorong warganya lakukan inovasi dalam beragam bagian. Dengan cara perlahan-lahan Medellin beralih dari kota yang keras serta gelap jadi kota model, kota bunga, kota usaha, kota kreatif, kota inovatif, yang gemerlap.

Medellin bisa bangga lantaran dipilih sebagai tempat diselenggarakannya pertemuan beberapa walikota dari beragam negara dalam komunitas “Cities for Life” th. lantas yang diselenggarakan oleh Habitat-PBB, Bank Dunia serta Bank Pembangunan Amerika Latin. Medellin saat ini sudah beralih dari kota yang menyeramkan jadi kota yang menggembirakan. Tetapi sebagian tantangan masihlah mesti dihadapi.

Pelaku kriminil bekas petugas kartel narkoba belum lenyap sekalipun, lokasi kumuh masihlah luas, perumahan serta service basic untuk warga berpendapatan rendah ada banyak diperlukan. Bagaimanapun, Medellin sudah dapat menyemai harapan baru untuk warganya, untuk jadi kota yang yang ramah, indah serta manusiawi. Medellin semestinya mengilhami kota-kota lain didunia yang masihlah terbelenggu atau tidak mau dicengkeram oleh kekerasan yang tidak berbuntut akibat perdagangan serta pemakaian narkoba.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Author By : Bogel Raharjo